| # | Badan usaha | Skor risiko | Pemicu | Pekerja | Wilayah | Sektor | Estimasi selisih | Aturan |
|---|
Antrean prioritas pemeriksaan kepatuhan badan usaha. Dua puluh empat aturan terukur menilai lima modus ketidakpatuhan, satu lapisan Isolation Forest menangkap pola yang tidak tertulis di aturan. Keputusan tetap pada pemeriksa.
| # | Badan usaha | Skor risiko | Pemicu | Pekerja | Wilayah | Sektor | Estimasi selisih | Aturan |
|---|
Tiga ukuran dihitung ulang setiap kali kapasitas atau pembagian kuota diubah. Average Precision menilai mutu urutan di dalam tiap kelompok. Precision menjawab apakah pemeriksa yang dikirim ke kelompok itu menemukan sesuatu. Equal opportunity menjawab apakah pelanggar di kelompok itu punya peluang terjaring yang sama.
| Kelompok | n | Prevalence | Selection rate | Precision | Equal opportunity | Average Precision |
|---|
Ambang 0,80 itu four-fifths rule, konvensi dari pedoman diskriminasi kerja Amerika Serikat (Uniform Guidelines on Employee Selection Procedures, 1978). Rasio dihitung dengan membagi nilai kelompok terendah dengan tertinggi. Di bawah 0,80 dianggap adverse impact. Ini konvensi pinjaman, tidak mengikat di Indonesia, dipakai di sini karena paling dikenal sehingga angkanya bisa dibandingkan. Kelompok dengan n < 20 ditampilkan tetapi tidak ikut dihitung rasionya.